PERTANIAN SEHAT

Penggunaan obat-obatan kimia dalam kurun yang panjang, akan berdampak pada kepunahan musuh alami hama dan penyakit, dan kehidupan biota tanah. Hal ini menyebabkan terjadinya ledakan hama penyakit dan degradasi biota tanah. Bahkan saat ini residu pestisida akan menjadi faktor penentu daya saing produk-produk pertanian yang akan memasuki pasar global. Oleh karena itu perlu dicari pupuk dan obat-obatan yang ramah lingkungan, sehingga aman dan tidak menjamin kelestarian sumber daya lahan kita.
Konsep Pertanian Sehat
Prinsip sistem pertanian sehat ini meliputi : (1) memproduksi bahan makanan yang berkualitas tinggi (bebas dari senyawa / polutan anorganik racun) dalam jumlah yang cukup, (2) memperbaiki dan mendukung siklus biologis dalam usaha tani dengan memanfaatkan mikrobia, flora dan fauna tanah serta tumbuhan dan tanaman, (3) mengelola dan meningkatkan kelestarian kesuburan tanah, (4) meminimalkan segala bentuk kerusakan dan polusi dalam tanah, serta (5) memanfaatkan dan menghasilkan produk pertanian organik yang mudah dirombak dari sumber yang dapat didaur ulang.
Konsep Pertanian Ramah Lingkungan
Salah satu kunci terciptanya pertanian sehat adalah tersedianya tanah yang sehat, sehingga akan menghasilkan pangan yang sehat yang pada gilirannya akan menghasilkan manusia yang sehat pula. Sementara tanah yang sehat adalah tanah subur yang produktif, yaitu yang mampu menyangga bagi pertumbuhan tanaman dan bebas dari berbagai pencemar. Untuk itu keberadaan bahan organik penting untuk penyediaan hara dan untuk mempertahankan struktur tanah

sumber: (SOLO POS, 5 Desember 2007)
Oleh : Prof.Dr.Ir.H. Suntoro Wongso Atmojo. MS.

 

Dipublikasi di Agrobis, News | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Kelengkeng Pingpong Tanpa Biji Metamorfosis Xuang Com Vang

 

 

Referensi:  Trubusid, 01 Juni 2008

Awal 2006, Dr Ir Mohamad Reza Tirtawinata MS-ahli buah di Bogor-meramalkan paling tidak dalam satu dasawarsa ke depan bakal ada lengkeng super di nusantara. Hanya satu tahun berselang, penerawangan itu mulai menemukan titik terang. Ditemukan pingpong berbiji kecil-sepertiga dari ukuran normal-di Taman Wisata Mekarsari, Bogor.Foto xuong com vang-kosakata Vietnam-yang dikirim oleh Reza melalui surat elektronik ke redaksi Trubusmemang luar biasa. Pingpong yang biasa dicirikan berbiji besar tampil memukau lantaran bijinya kecil. Buah didominasi oleh daging buah yang tebal.Hanya 20% bagian buah yang merupakan biji. Padahal, biji pingpong biasanya mendominasi, antara 60-70% bagian buah. Diameter biji rata-rata 0,5-0,7 mm. Bandingkan dengan biji pingpong yang biasanya sampai 1,5 cm. Ukuran buah sedikit lebih kecil dari biasanya, 10:8. Namun, lantaran bijinya sangat kecil, bagian yang bisa dimakan pun lebih banyak.

Pingpong hasil seleksi Taman Wisata Mekarsari itu kian sempurna dengan karakter buahnya yang kering dan manis. Meski tak sekering itoh, pingpong ini relatif lebih kering dibanding pingpong pada umumnya. Rasa manisnya sama persis dengan pingpong biasa.Pingpong super itu hanya ditemukan pada 2 di antara 70 pohon yang ada di sana. ‘Bibit lengkeng didapatkan dari banyak penangkar berbagai daerah, 3 tahun lalu,’ tutur Reza. Sudah 4 kali lengkeng umur 3 tahun itu dipanen. Karakter buah konsisten setiap kali panen. Lantaran bibit itu ditanam bersanding dengan bibit lengkeng lain, tak menutup kemungkinan itu hasil serbukan tepung sari dari pohon lain. Oleh karenanya, Reza akan menguji terlebih dahulu untuk memastikan karakter unggul itu benar-benar bersifat genetik, bukan pengaruh lingkungan atau fisiologis. Konsistensi buah masih harus terus diamati sampai lebih dari 7 kali panen dan diadaptasikan dalam berbagai kondisi agroklimat.

Varian pingpong daging tebal sebenarnya telah muncul di kebun Prakoso Heryono di Demak pada 2005. Bijinya lebih kecil daripada pingpong biasa. Bagusnya, pingpong yang ditanam dari bibit okulasi asal Thailand itu ukuran buahnya sama besar dengan pingpong ‘asli’. Sifatnya pun sudah stabil setiap panen, bahkan setelah diperbanyak dan ditanam di berbagai kondisi agroklimat yang berbeda.

Ada 4 varian lengkeng dari 100 bibit okulasi yang didatangkan Prakoso dari Thailand, yaitu daging tebal tapi becek, daging kering tapi tipis, daging tipis yang becek, dan daging tebal yang kering. Sifat terbaik: daging tebal dan kering, hanya dimiliki oleh 5 pohon. Akhir Maret 2008, sebanyak 30 pohon lengkeng tebal dari Demak itu Trubussaksikan berbuah lebat di kebun Ir Purwoko di Serang, Banten. Kualitas buah dari semua pohon seragam: daging tebal, kering dan manis. Nun di Jawa Timur, pekebun Imam Utomo yang juga mendapatkan 100 bibit lengkeng dari Prakoso melaporkan hal yang sama. Lengkeng serupa juga dijumpaiTrubusdi kebun milik Isto Suwarno di Prambanan, Klaten. Bahkan lengkeng daging tebal dari kebun Imam Utomo dijual Rp25.000/kg di tingkat petani. Lebih mahal dibandingkan harga itoh di Jawa Tengah yang dibandrol Rp20.000/kg.

Lengkeng introduksi seperti pingpong, itoh, dan diamond river memang gampang bermutasi. Musababnya, mereka memiliki tingkat heterozigot tinggi. ‘Artinya, meski biji-biji berasal dari penyerbukan sendiri, peluang untuk berubah dari sifat induknya sangat tinggi,’ kata Drs M Jawal Anwarudin Syah MS, peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Pasar Minggu, Jakarta Timur.

Menurut Sobir, PhD-kepala Pusat Kajian Buah Tropika IPB-varian-varian biasanya banyak muncul dari lengkeng yang bibitnya berasal dari biji. ‘Bibit lengkeng introduksi didatangkan dalam jumlah terbatas. Makanya banyak yang menanam dari biji, bukan grafting atau okulasi,’ tutur Sobir saat ditemui di kantornya di Bogor. Perbanyakan dengan grafting pun bisa mengalami mutasi meski kemungkinannya sangat kecil. ‘Varian yang muncul dari perbanyakan vegetatif itu disebut pointmutasi, artinya bagian tunas mengalami mutasi, tapi peluangnya kecil,’ kata Jawal.

Reza menambahkan, perubahan sifat pada buah juga bisa disebabkan banyak hal seperti kondisi lingkungan dan batang bawah yang digunakan. Namun sifat-sifat itu bukan mutasi karena tidak berubah secara genetik. Buah di daerah panas cenderung menghasilkan daging buah lebih kering daripada di daerah lembab. Pengaruh batang bawah terlihat nyata pada kasus sambung jeruk lemon tea. Bila jeruk lemon tea yang tidak berbiji disambung dengan batang bawah bisa menghasilkan buah yang berbiji. Perlakuan pun bisa mengubah penampilan buah, bahkan sifat buah secara fisiologis. Reza mencontohkan penyemprotan giberelic acid dapat menghilangkan biji anggur. Contoh lain, penyemprotan hormon auksin membuat jambu biji menjadi tak berbiji.

Biji yang sedang tumbuh merupakan sumber hormon untuk pertumbuhan buah. Makanya jika ditambahkan hormon dari luar, biji tak harus tumbuh untuk memenuhi kebutuhan buah yang sedang berkembang. ‘Bukan mustahil jika perlakuan semacam itu bisa memperkecil biji lengkeng, bahkan membuatnya tanpa biji,’ kata Reza. (Nesia Artdiyasa)

Di Jawa Timur, tepatnya di kota soto Lamongan di kebun milik Ir. Indi seluas 3000 m2 sekarang sedang di kembngkan budidaya kelengkeng pingpong daging tebal biji kecil. Kebun yang semula ditanami kelengkeng pingpong biasa yang ditanman sejak tahun 2007 itu sudah berbuah  beberapa kali. Buahnya memang besar-besar seperti  pingpong tapi bijinya besar bahkan bibit buatan insinyur pertanian jebolan IPB ini sudah menyebar ke seluruh Indonesia.   “ Saya sedang mengembangkan dua  kelengkeng pingpong  biji kecil bahkan  cenderung berbiji kopong tanpa lembaga sehingga tidak bisa ditanam menggunakan biji.Yang satu buahnya besar  tapi kurang lebat, yang satu buahnya agak kecil tapi buahnya sangat lebat “ tutur beliau yang menurut penulis sedikit  nyentrik. “ Rencana bulan Pebruari 2011 kami  akan panen ketiga dan bila sudah stabil akan kami sebarkan kepada teman-teman yang membutuhkan untuk dibudidayakan. Semoga atas izin Allah swt uji coba kami yang terakhir bisa dinikmati oleh semua orang dimasa mendatang. Amin…….” kata Indi Black julukan insinyur berambut putih tersebut.

(Cak Ipunk)

 

 

Dipublikasi di Agrobis | 6 Komentar

Wow, Bibit Kelengkeng Bisa Hasilkan Puluhan Juta Sebulan

Kelengkeng Pingpong berasal dari dataran Sungai Mekong, Vietnam. Kelengkeng jenis ini memang belum sepopuler kelengkeng lokal. Namun, mulai banyak yang membudidayakannya. Maklum, keuntungannya lumayan.

Kelengkeng pingpong memang agak beda dari kelengkeng biasa. Besar buahnya empat kali lipat kelengkeng lokal. Bijinya juga tentu lebih besar, tapi dagmg buahnya tebal dan beraroma wangi. Buah ini juga masih jarang mejeng di pasar kita. Sebab, memang belum banyak petani kita yang membudidayakan Kelengkeng Pingpong ini.

Kelengkeng Pingpong merupakan tanaman tropic yang tumbuh subur di tanah berketinggian 500 meter di atas permukaan laut (dpl).

Umumnya, di Indonesia, Kelengkeng Pingpong menjadi buruan para hobiis. Salah seorang pembudidaya Kelengkeng Pingpong adalah Isto Suwarno. Awalnya, pada 1998, Isto mendapat sejumlah biji Kelengkeng Pingpong dari adiknya. la lantas menyebar biji-biji itu. Ternyata, tak susah membudidayakan kelengkeng jenis ini. Dari sini, budidaya kelengkeng milik Isto berkembang.

Isto lantas mencoba menawarkannya ke sejumlah kolega dan para pehobi tanaman. Tak dinyana, sambutannya antusias. Pada 2005, ia resmi menjual bibit kelengkeng di bawah bendera Telaga Nursery Prambanan. Isto mengaku,langsung kebanjiran order. Padahal, ia hanya menjadikan buah kelengkeng sebagai sampel bagi yang ingin membeli bibit.

Setiap bulan, Isto bisa menjual 7.500 bibit kelengkeng, baik dari biji ataupun okulasi. la menjual bibit biji ukuran 15 centimeter (cm) sampai 20 cm dengan harga Rp 20.000 per batang. Adapun bibit okulasi ukuran 60 cm dia lepas dengan harga Rp 40.000. “Saya juga melayani pembelian tanaman dalam pot mulai harga Rp 1,5 juta per pot sampai Rp 2,5 juta,” ujarnya.

Dalam sebulan, Isto bisa meraup penghasilan Rp 30 juta. Bisa lebih, jika ada pesanan bibit jumlah besar.

Permintaan bibit kelengkeng cukup tinggi lantaran tanaman ini mudah dibudidayakan, baik di lahan sempit atau di pot sekalipun, asal terkena sinar matahari. “Perawatannya mudah dan hamanya sedikit,” kata Isto. Tanaman ini bisa dibudidayakan dari biji, bibit, dan bibit okulasi.

Untuk menanam kelengkeng Pingpong, pertama-tama masukkan bibit ke pot atau lubang di tanah. Ukurannya harus sesuai besaran tanaman. Sebagai media tanam, campurkan tanah, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1. Dalam setahun, sebaiknya beri tiga kali pupuk. Saat kemarau, setidaknya disiram air dua hari sekali. Dalam 1,5 tahun, pohon ini sudah berbuah. (Kontan/Aprillia Ika)

Sumber : Kontan

Dipublikasi di Agrobis | 2 Komentar

Kelengkeng Pingpong, Tak Sekedar Budidaya Skala Besar

Di Lamongan Jawa Timur (Jatim), kebun seluas kurang lebih 3000 m2 dijadikan lahan eksperimen lengkeng pingpong oleh sebuah perusahaan pembudidaya hortikultura. Konon, jenis lengkeng satu ini baru dua tahun belakangan beredar di Tanah Air. Apa yang menarik dari lengkeng ini, sehingga dijadikan sebagai alternatif eksperimen budidaya di Indonesia?
“Wah, buahnya belum terlampau masak. Mungkin bulan April ini, buahnya bisa dipanen,” kata Pembudidaya Lengkeng Ping Pong di Surabaya, Yusir Sukri.
Sayang sekali, Gallery harus menunggu untuk bisa icip manisnya lengkeng dengan ukuran sebesar bola ping pong ini. Karena penasaran, Gallery diberi kesempatan untuk menikmati buah yang belum terlampau matang itu. Sekalinya mendarat di mulut, alamak! Rasa legitnya sama dengan kualitas lokal, meski kondisi buahnya belum optimal. Rasa buahnya akan lebih maksimal, jika dipanen dengan kondisi optimal.
Jenis Baru
Pendahulunya, seperti jenis diamond river, sudah dikenal di Indonesia. Di Demak Jawa Tengah (Jateng), bibit untuk jenis ini banyak dibudidayakan. Bahkan lengkeng diamond river jadi ikon di Sekawang Kalimantan Barat (Kalbar), dengan mengangkat cita rasa khas.
Kini lain lagi, ketika lengkeng ping pong muncul dengan ukuran fantastis, yaitu seukuran bola ping pong dengan diameter buah kurang lebih 3-4 cm. Wow, ukuran besar inilah yang jadi kelebihan lengkeng asli negara Vietnam ini. Rasa manisnya juga khas. Pantas jika jenis ini kemudian dikembangkan sebagai alternatif budidaya yang memiliki prospek bisnis bagus.
Di Indonesia, budidaya lengkeng ping pong dilakukan dengan proses sambung atau stek. Sebab, jika ditanam dalam keadaaan masih biji, prosesnya akan lama dan hasilnya pun belum tentu sama dengan indukan. Terlebih lengkeng ping pong masih tergolong varian baru di Indonesia, sehingga masih sedikit orang yang berinisiatif membudidayakannya sebagai alternatif bisnis.
Padahal jika dilihat dari segi bisnis, budidaya lengkeng ping pong ini memiliki peluang yang bagus. Selain berkaitan dengan kualitas buah, juga karena faktor terbatasnya produk di pasaran saat ini. Tertarik untuk menjadikannya sebagai salah satu prospek usaha, baik untuk skala rumah tangga ataupun petani. Yuk, intip kiat budidaya lengkeng ping pong.
Bisnis Skala Rumah Tangga
“Tak perlu mengawalinya dengan modal banyak untuk merintis usaha budidaya ini. Modalnya hanya satu, yaitu semangat,” tandas Yusir.
Memang untuk memulai bisnis lengkeng ping pong ini tak harus dengan modal banyak. Bahkan, kata Yusir, hanya dengan memanfaatkan lahan yang ada di pekarangan rumah bisa jadi alternatif. Tak heran jika bisnis ini cocok diterapkan untuk skala rumah tangga, yaitu dengan menerapkan tabulampot (tanaman buah dalam pot). Beberapa hal yang diperhatikan dalam penerapan penanamannya, seperti:
1. Pembibitan. Tanam bibit lengkeng ping pong dalam pot dengan ukuran 1×2 m2 (atau besar pot disesuaikan dengan ukuran bibit). Untuk bibit, dapat diperoleh di penangkar tanaman buah lengkeng ping pong dengan harga kurang lebih Rp 75 ribu per bibit.
2. Penerapan media tanam. Baik-tidaknya kualitas dan pertumbuhan lengkeng ping pong bergantung pada penerapan media. Idealnya, media yang sifatnya porous atau berongga dianjurkan untuk diterapkan dalam pot, seperti pasir malang, pupuk kandang, dan sekam – dengan perbandingan 1:1:1. Dalam tahap ini, hal penting harus dilakukan adalah pendangiran atau penggemburan media tanam. Penggunaan pupuk atau nutrisi juga cukup dianjurkan. Namun harus disesuaikan dengan setiap fase pertumbuhan tanaman.
3. Penyinaran. Jenis lengkeng ping pong, termasuk tanaman yang gemar dengan sinar matahari langsung. Dalam hal ini, penyinaran jadi peran penting dalam proses pertumbuhan dan pembentukan kualitas buah. Usahakan agar tanaman tak ternaungi oleh apapun, seperti dinding atau tanaman lain yang ukurannya lebih besar.
4. Dipastikan dalam jangka waktu 8 bulan-1,5 tahun, hasilnya sudah bisa dinikmati. Hanya untuk panen, pertama kondisi buah kurang maksimal, seperti jumlahnya yang masih relatif sedikit. Ini berkaitan dengan masa adapatasi tanaman. Namun setelah panen pertama, hasilnya bisa optimal. Bahkan dalam satu pohon, jumlah dompolan bisa mencapai sekitar 50 kg. Bayangkan jika Anda memiliki 5 atau 10 pohon lengkeng ping pong. Selain bisa dinikmati sendiri, hasilnya juga berpotensi bisnis.
Skala Besar
Pada dasarnya, teknik budidaya dalam skala besar sama dengan kelas rumah tangga. Hanya penerapannya, mengalami sedikit pengembangan. Tak ada patokan khusus untuk luas lahan yang digunakan, cukup disesuaikan dengan kapasitas. Hal yang bisa diterapkan untuk budidaya lengkeng skala besar, yaitu:
1. Pembibitan. Mengingat, dalam skala besar membutuhkan pasokan bibit yang banyak, maka teknik sambung atau stek dijadikan alternatif perbanyakan. Caranya, dengan memanfaatkan bagian batang bawah sampai akar diambil dari lengkeng jenis lokal. Kemudian bagian atasnya disambung dengan jenis lengkeng ping pong impor.
2. Pegolahan media tanam. Pada dasarnya sama dengan yang diterapkan pada skala rumah tangga. Hanya di sini, penggunaan pupuk kandang dapat perhatian lebih, dimana di tahap awal penanaman pemberian pupuk kandang penting untuk diterapkan di media tanam. Kandungan unsur yang terurai dalam hara, berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan tanaman. Selebihnya media pasir, tanah liat, dan sekam bisa dikombinasikan.
3. Pengaturan lahan. Tersusun dengan sistem bedengan, dimana jarak antar bedengan diberi sela 4 meter. Sedangkan jarak tanam dalam setiap bedengan di beri jarak 3 meter.
4. Untuk penyinaran dan tahap panen, sama halnya dengan yang diterapkan di skala rumah tangga. Jika ingin lengkeng ping pong tumbuh optimal, sebaiknya dalam satu pohon tak banyak percabangan. Dengan memotong bagian ranting yang kering, memperbanyak jumlah nutrisi yang masuk.
Tumpang Sari
Dalam skala besar, penggunaan lahan harus ‘benar’ dimanfaatkan. Itu dilakukan, agar lahan bisa berfungsi secara optimal. Seperti halnya penerapan tumpang sari, yaitu satu lahan digunakan untuk menanam beragam tanaman. Namun kolaborasi tanaman yang ditanam sebagai teknik tumpang sari tak boleh semabarangan.
Artinya, kapasitas disesuaikan dengan tanaman inti atau utama. Seperti di lahan lengkeng ping pong, tanaman tumpang sari yang cocok untuk jenis ini adalah jagung dan kedelai, dimana kedua jenis tanaman ini memiliki struktur kecil sebagai penyeimbang tanaman inti. Selain itu, pemilihan jagung sebagai tanaman tumpang sari di lahan lengkeng ping pong juga bertujuan sebagai pengusir gulma.
Seperti diketahui, gulma merupakan tumbuhan pengganggu yang akan menghambat proses pertumbuhan tanaman inti. Dan siapa menyangka, kalau tanaman tumpang sari ini juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman produksi. Tentunya di lahan yang luas, sehingga jumlah tanaman jagung dan kedelai tak sedikit. Besar kemungkinan, tanaman primer ini bisa dijadikan sebagai penghasil tambahan produksi. Seperti kata pepatah, sekali dayung dua pulau terlampaui. Panen jagung dan kedelai oke, semakin klop ditambah dengan panen raya lengkeng ping pong. [santi]
Prediksi Usaha Lengkeng Ping Pong
“Meski masih tergolong varian lengkeng baru yang beredar di Tanah Air, lengkeng ping pong ini diprediksi akan menunjukkan popularitasnya 2-3 tahun ke depan,” ungkap Pembudidaya Lengkeng Ping Pong di Lamongan Jatim, Arif Kresnoadi.
Sesuai dengan hukum pasar yang berlaku selama ini, dimana permintaan tinggi, harga juga tinggi. Artinya, jika stok barang terbatas – tentu berpengaruh pada tingginya harga. Itu sama halnya dengan lengkeng ping pong yang siap unjuk gigi ini. Meski belum memasuki masa panen, harga lengkeng jenis ini bisa dipastikan akan mahal. Terbukti, dari harga buah lengkeng yang diimpor langsung dari negaranya – Vietnam – mencapai Rp 16 ribu per kg-nya.
Bukan tak mungkin, budidaya lengkeng ping pong dapat dijadikan peluang usaha yang menjanjikan. Terpenting yang diperhatikan dalam hal ini adalah menjaga kualitas buah agar tetap ada dalam keadaan optimal.
Tips Pengolahan Pupuk Kandang
Pupuk kandang yang bagus berasal dari kotoran hewan. Namun jangan langsung diterapkan sebagai media tanam bagi lengkeng ping pong. Menurut Arif, ada baiknya kotoran hewan tersebut di kubur dalam tanah selama kurang lebih 1-3 bulan. Hal ini dilakukan sebagai proses fermentasi dari bakteri. [santi]
Klasifikasi Kelengkeng
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Sub Kingdom : Tracheobionta (Berpembuluh)
Super Divisio : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (Berbunga)
Kelas : Magnolopsida
Sub Kelas : Risidae
Ordo : Sapindales
Familia : Sapindaceae
Genus : Euphoria
Spesies : Euphoria Longana (Lour). Steud (plantamor.com)

Sumber : tabloidgallery.wordpress.com

Dipublikasi di Agrobis | 2 Komentar

Tenun Ikat Lamongan Pecahkan Rekor MURI

Tenun Ikat Lamongan Pecahkan Rekor MURI

rekor muri

rekor muri

LAMONGAN, KOMPAS.com — Kain tenun ikat parengan dari Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, Selasa (31/3), secara resmi dinyatakan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kain tenun ikat terpanjang dengan panjang 60 meter dan lebar 97 sentimeter. Kain tenun ikat Lamongan ini melampaui rekor sebelumnya dari Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan panjang 50,1 meter dan lebar 60 sentimeter.

Pimpinan Museum Rekor Indonesia Jaya Suprana secara langsung memberikan plakat penghargaan dengan nomor registri 3637/R.MURI/III/2009 itu kepada Bupati Lamongan Masfuk sebagai pemrakarsa dan Miftakhul Khoiri sebagai pembuat serta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan selaku penyelenggara. Jaya menyatakan harusnya rekor tenun ikat Lamongan itu bisa menjadi rekor dunia.

Menurut Jaya, di dunia ini kerajinan tenun ikat hanya ada di Lamongan. “Seharusnya (tenun ikat) ini bisa masuk rekor dunia. Saya juga berharap tikar asli Lamongan bisa masuk rekor MURI karena tikar Lamongan sangat unik,” paparnya.

Penasbihan rekor untuk tenun ikat parengan Lamongan sekaligus menggeser rekor tenun ikat sebelumnya oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Sumba Timur Provinsi NTT yang dikerjakan oleh 60 orang pekerja selama 152 hari. Kain tenun ikat parengan dibuat Miftakhul Koiri warga Desa Parengan, Kecamatan Maduran, tersebut dikerjakan dalam waktu yang lebih singkat.

Miftakhul Koiri menyatakan, kain hasil karyanya itu dikerjakan bersama 10 orang pekerja dalam waktu 22 hari. Butuh sekitar 25 orang untuk membentangkan keseluruhan panjang dari kain ini, katanya.

Desa Parengan memiliki potensi besar pada bidang industri tenun ikat. Di kawasan itu terdapat 30 unit industri tenun ikat yang menyerap 3.000 orang tenaga kerja. Unit industri tenun ikat di desa tersebut memakai alat tenun bukan mesin (ATBM). Bahan baku sutra dan pewarna masih diimpor dari India dan China.

Secara resmi tercatat dalam MURI panjang kain tenun ikat Lamongan 59,9 meter. Namun, dalam kenyataannya, panjang kain tersebut, seperti dinyatakan Jaya Suprana, ternyata panjangnya lebih dari 60 meter.

Dipublikasi di Kerajinan | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Budidaya Kelengkeng Pingpong Dataran Rendah

Kelengkeng Pingpong

Kelengkeng Pingpong Dataran Rendah

Buah kelengkeng yang satu ini punya ukuran istimewa yaitu sebesar bola pingpong. Kelengkeng varietas pingpong berasal dari Vietnam didaerah sekitar delta sungai Mekong dan Vietnam bagian tenggara dikenal dengan nama Xuongcomvang. Seperti saudaranya kelengkeng jenis Diamond river, Kelengkeng pingpong ini merupakan tanaman asli daerah tropis. Hal inilah yang membedakan dengan Itoh (E-daw) yang merupakan tanaman subtropis. kelengkeng pingpong sangat mudah untuk dibudidayakan ataupun untuk keperluan tabulampot (tanaman buah dalam pot) sebagai penghias halaman rumah. Sangat cocok ditanam daerah panas pada lahan yang sempit sekalipun asalkan berada ditempat terbuka (mendapat sinar matahari langsung). Selain buahnya yang besar, rasanya yang manis, aromanya juga lebih wangi daripada kelengkeng lokal ataupun kelengkeng yang sering kita jumpai di supermarket yang sering kita sebut kelengkeng bangkok. Keunggulan lain dari kelengkeng jenis ini adalah ia bisa panen (panen besar) tiga kali dalam setahun, sedangkan sub-pembuahan bisa terjadi sepanjang tahun asalkan nutrisi untuk tanaman ini cukup. Jadi selama setahun penuh dapat menikmati buah kelengkeng pingpong. Selain itu tanaman ini nyaris tanpa hama, pengalaman saya musuh utama pada saat pertumbuhan adalah belalang sedangkan pada saat berbuah adalah kalong (kelelawar). Cara Tanam dan Pemeliharaan Untuk bibit ukuran besar siapkan lubang 0,75m x 0,75m x 0,75m sedang untuk bibit yang kecil siapkan lubang ukuran 0,5m x 0,5m x 0,5m dengan media campuran 1:1:1 masing-masing untuk tanah : pasir atau sekam : pupuk kandang (sebaiknya gunakan pupuk kandang dari kotoran kambing, karena punya kadar phosphate lebih besar daripada kotoran sapi). Sebaiknya campuran media dibiarkan dalam lubang selama seminggu, untuk kemudian digunakan untuk menanam (hal ini supaya mikroba dari pupuk kandang dapat menyebar dengan baik kecampuran media sehingga media lebih gembur dan juga memberikan waktu adaptasi bagi bibit yang akan ditanam terhadap kondisi lingkungan sekitar). Pada saat penanaman sobek bagian bawah dari karung atau polybag, jangan dari bagian pinggir wadah supaya media dan akar tidak goyang. Apabila perawatannya baik (sering dipupuk, disiram dan didangir) biasanya tanaman dari stek akan mulai berbunga dan berbuah pada umur 8-12 bulan. sedangkan yang dari biji bisa mulai berbuah pada umur 21-24 bulan. Sekedar mengingatkan sebaiknya penyiraman dan penyemprotan pupuk dilakukan pada malam hari atau pagi hari sebelum matahari terbit, hal ini lebih efektif karena pada saat itulah stomata pada daun terbuka.

Dipublikasi di Agrobis | Tag , , , , | 7 Komentar

Kerajinan Tas dan Sepatu

Anyaman Tas

Anyam Tas

Lamongan terus berkibar. Produk kerajinan tangan, seperti tas dan sepatu, dari eceng gondok, goni, lidi, rotan, mendong, dan tempurung kelapa ikut mendongkrak citra Kabupaten Lamongan sebagai sentra industri kecil.

Sentra industri kerajinan tangan di Jalan Sunan Kalijogo Nomor 120, Lamongan, kini juga semakin menambah harum Lamongan. Hampir setiap hari ada saja bus pariwisata diparkir di kawasan itu setelah penumpangnya menikmati keindahan alam Wisata Bahari Lamongan (WBL).

Menurut tukang becak di Kota Lamongan, rombongan turis lokal maupun asing singgah di sentra itu sehabis dari WBL. Mereka biasanya membeli buah tangan di R&D Handycraft Lamongan. Mereka membeli tidak hanya tas atau sepatu, tetapi juga pernik-pernik lain yang menggunakan bahan baku lokal. Produk juga dipercantik bordir dan sulam pita untuk memenuhi selera pasar.

Produk kerajinan tangan karya perajin Lamongan itu sudah menembus Balikpapan, Palembang, Bandung, dan Denpasar. Bahkan, produk itu juga merambah pasar ekspor terutama Malaysia, Hongkong, dan Jamaika serta kawasan Timur Tengah.

Menurut Ucok (32), perajin tas, pesanan tas dengan bahan lidi diekspor secara rutin pada 2006-2009 ke Timur Tengah. Minimal dua peti kemas berukuran 20 kaki dikirim ke Timur Tengah sekali dalam dua bulan.

Saat order melimpah, pekerjaan dibagi ke sentra kerajinan lain di Lamongan. Hal ini karena tidak jarang sebuah order bisa mencapai 5.000 tas dengan batas waktu pengerjaan tidak lebih dari sebulan.

Menurut Muksin (35), perajin anyaman, tas dari bahan baku alami justru diminati konsumen luar negeri. Apabila modelnya terus berubah, pesanan tidak pernah sepi dan tidak ada musim tertentu. “Sepanjang tahun, pesanan tas berbagai model dan bahan baku pasti ada. Tidak jarang perajin harus melembur agar order selesai tepat waktu,” katanya.

Perajin umumnya baru menggarap produk sepulang dari sawah atau ladang. Mengerjakan berbagai barang kerajinan bukan pekerjaan utama mereka sehingga tidak bisa dipaksakan. “Hal paling utama, bagaimana hasilnya sempurna sehingga konsumen tidak kecewa,” ujarnya.

Valis (29) dari bagian pemasaran mengatakan, produk sentra kerajinan tangan R&D Handycraft diminati pasar karena modelnya cepat berubah. Semua produk perlu cepat berubah sehingga konsumen tidak bosan. “Perempuan umumnya cepat bosan pada satu model. Peluang ini harus dimanfaatkan dengan menciptakan model terbaru minimal dalam dua bulan,” ucapnya.

Hampir 70 persen kaum perempuan konsumtif sehingga keinginan berbelanja tas dan sepatu begitu besar. “Pesanan sepatu goni dibordir tidak kurang dari 5.000 pasang per bulan untuk pasar DI Yogyakarta dan Bali,” katanya.

Sepatu goni dengan warna mencolok dan dibordir tengah digandrungi. Akibatnya, pesanan dari DI Yogyakarta dan Bali terus meningkat. Khusus DI Yogyakarta, secara rutin dikirim minimal 1.000 pasang sepatu berharga rata-rata Rp 25.000 per pasang. Produk kerajinan ternyata ampuh mendongkrak citra Kabupaten Lamongan.

Sumber :

Oleh Agnes Swetta Pandia (cetak.kompas.com)

http://www.sentraukm.com

Dipublikasi di Kerajinan | 4 Komentar