Tenun Ikat Lamongan Pecahkan Rekor MURI

Tenun Ikat Lamongan Pecahkan Rekor MURI

rekor muri

rekor muri

LAMONGAN, KOMPAS.com — Kain tenun ikat parengan dari Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, Selasa (31/3), secara resmi dinyatakan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kain tenun ikat terpanjang dengan panjang 60 meter dan lebar 97 sentimeter. Kain tenun ikat Lamongan ini melampaui rekor sebelumnya dari Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan panjang 50,1 meter dan lebar 60 sentimeter.

Pimpinan Museum Rekor Indonesia Jaya Suprana secara langsung memberikan plakat penghargaan dengan nomor registri 3637/R.MURI/III/2009 itu kepada Bupati Lamongan Masfuk sebagai pemrakarsa dan Miftakhul Khoiri sebagai pembuat serta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan selaku penyelenggara. Jaya menyatakan harusnya rekor tenun ikat Lamongan itu bisa menjadi rekor dunia.

Menurut Jaya, di dunia ini kerajinan tenun ikat hanya ada di Lamongan. “Seharusnya (tenun ikat) ini bisa masuk rekor dunia. Saya juga berharap tikar asli Lamongan bisa masuk rekor MURI karena tikar Lamongan sangat unik,” paparnya.

Penasbihan rekor untuk tenun ikat parengan Lamongan sekaligus menggeser rekor tenun ikat sebelumnya oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Sumba Timur Provinsi NTT yang dikerjakan oleh 60 orang pekerja selama 152 hari. Kain tenun ikat parengan dibuat Miftakhul Koiri warga Desa Parengan, Kecamatan Maduran, tersebut dikerjakan dalam waktu yang lebih singkat.

Miftakhul Koiri menyatakan, kain hasil karyanya itu dikerjakan bersama 10 orang pekerja dalam waktu 22 hari. Butuh sekitar 25 orang untuk membentangkan keseluruhan panjang dari kain ini, katanya.

Desa Parengan memiliki potensi besar pada bidang industri tenun ikat. Di kawasan itu terdapat 30 unit industri tenun ikat yang menyerap 3.000 orang tenaga kerja. Unit industri tenun ikat di desa tersebut memakai alat tenun bukan mesin (ATBM). Bahan baku sutra dan pewarna masih diimpor dari India dan China.

Secara resmi tercatat dalam MURI panjang kain tenun ikat Lamongan 59,9 meter. Namun, dalam kenyataannya, panjang kain tersebut, seperti dinyatakan Jaya Suprana, ternyata panjangnya lebih dari 60 meter.

Pos ini dipublikasikan di Kerajinan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s